Ratusan Kaligrafer Berbagai Negara Ikut Festival Kaligrafi Internasional Gontor Ponorogo
Maestro kaligrafi nasional Didin Sirojuddin Abdul Razaq turut hadir dalam Festival Kaligrafi Internasional Gontor.
Didin menyebut Gontor sebagai salah satu pesantren yang sejak awal memberikan perhatian besar terhadap pendidikan kaligrafi.
Menurutnya, seni khat telah dimasukkan secara resmi ke dalam kurikulum pendidikan di Gontor. Hal tersebut menunjukkan bahwa kaligrafi tidak hanya dipandang sebagai seni visual, tetapi juga memiliki peran dalam pendidikan karakter.
“Satu-satunya pesantren yang resmi memasukkan kaligrafi sebagai kurikulum adalah Gontor, di antara tujuan seni kaligrafi adalah untuk mendidik kesabaran, mendidik ketekunan, dan mendidik kreativitas,” pungkasnya.
Proses mempelajari kaligrafi membutuhkan kesungguhan dan ketelitian. Karena itu, aktivitas tersebut dinilai dapat membantu melatih kesabaran dan ketekunan seseorang.
Festival Kaligrafi Internasional Gontor menjadi bagian dari refleksi perjalanan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor. Kehadiran ratusan kaligrafer dari Indonesia dan sejumlah negara ASEAN menjadikan festival tersebut sebagai ruang pertemuan antarpelaku seni kaligrafi.
Editor: Putra