PONOROGO, iNewsPonorogo.id - Guna menanamkan rasa kepedulian sosial siswi SMKN 2 Ponorogo menggelar kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Al-Ikhlas, Jalan Muria, Kabupaten Ponorogo. Dalam kegiatan tersebut, para siswi memberikan layanan potong rambut hingga perawatan wajah serta facial secara gratis kepada anak-anak panti asuhan.
Selain menjadi wujud kepedulian terhadap sesama, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang bagi siswa untuk mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di sekolah.
Kepala SMKN 2 Ponorogo, Suyanto menjelaskan, kegiatan tersebut mengusung tema Mengabdi dengan Kompetensi, Mensinergikan dengan Aksi sekolah ingin memperkenalkan kompetensi yang dimiliki para siswanya kepada masyarakat.
"Ada tiga jenis kegiatan. Pertama, potong rambut untuk laki-laki dan perempuan. Kemudian facial untuk perempuan, serta perawatan kulit untuk mengetahui jenis kulit," jelasnya.
Kegiatan tersebut melibatkan guru dan siswa, khususnya peserta didik kelas XII yang dinilai telah menguasai keterampilan sesuai bidang keahliannya. Sedangkan para siswa yang terlibat juga telah menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL), sehingga memiliki bekal pengalaman untuk memberikan layanan secara langsung.
Sekretaris Lembaga Panti Asuhan Al-Ikhlas, Syamsul Arifin, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, anak-anak panti terlihat antusias dan senang mendapatkan layanan perawatan secara gratis.
"Merasa senang dengan kegiatan ini. Bisa dilihat dari keantusiasan anak-anak. Intinya positif, anak-anak merasa bahagia dan senang dengan program ini," ungkapnya.
Sementara itu salah satu siswi kelas XII SMKN 2 Ponorogo, Naya Putri, yang mengikuti kegiatan ini mengatakan layanan yang diberikan berasal dari kompetensi keahlian kecantikan. Diantaranya facial dasar serta potong rambut untuk laki-laki dan perempuan.
Untuk perawatan wajah, tahapan yang dilakukan dimulai dari pembersihan wajah, peeling, pemijatan atau massage, pembersihan kembali, hingga penggunaan masker. Sementara layanan potong rambut diberikan dengan teknik dasar.
Naya mengaku pengalaman mengikuti PKL selama enam bulan menjadi bekal penting dalam memberikan layanan kepada anak-anak panti asuhan.
"Dengan pengalaman PKL selama enam bulan, insyaallah sudah bisa melakukan massage dan tahapan-tahapan facial," pungkas Naya.
Melalui kegiatan ini, keterampilan yang dipelajari siswa di sekolah tidak hanya diterapkan untuk kebutuhan praktik, tetapi juga dimanfaatkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Editor : Putra
Artikel Terkait
